Kamis, 09 Mei 2013

makalah filsafat dan sejarah perkembangan ilmu statistik


BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Pengetahuan merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu. Berbedanya cara dalam mendapatkan pengetahuan tersebut serta tentang apa yang dikaji oleh pengetahuan tersebut membedakan antara jenis pengetahuan yang satu dengan yang lainnya
Pengetahuan dikembangkan manusia disebabkan dua hal utama yakni, pertama, manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut. Kedua adalah kemampuan berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu. Secara garis besar cara berpikir seperti ini disebut penalaran.
Penalaran merupakan suatu proses berpikir dalam menarik sesuatu  kesimpulan yang berupa pengetahuan. Agar pengetahuan yang dihasilkan penalaran itu mempunyai dasar kebenaran maka proses berpikir itu harus dilakukan melalui suatu cara tertentu. Suatu penarikan  kesimpulan baru dianggap sahih (valid) kalau proses penarikannya dilakukan menurut cara tertentu tersebut. Cara penarikan kesimpulan ini disebut logika, di mana logika secara luas dapat didefinisikan sebagai “pengkajian untuk berpikir secara sahih”.
Pengetahuan banyak jenisnya, salah satunya adalah ilmu. Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang objek telaahnya adalah dunia empiris dan proses pendapatkan pengetahuannya sangat ketat yaitu menggunakan metode ilmiah. Ilmu menggabungkan logika deduktif dan induktif, dan penentu kebenaran ilmu tersebut adalah dunia empiris yang merupakan sumber dari ilmu itu sendiri.


I.2 Rumusan Masalah
a)      Apakah definisi filsafat?
b)      Apakah  filsafat dari  ilmu pengetahuan ?
c)      Bagaimanakah  sejarah perkembangan ilmu statistika?
I.3 Tujuan Pembahasan
a)      Mengetahui  secara  mendalam tentang definisi filsafat.
b)      Mengetahui filsafat dari  ilmu pengetahuan.
c)      Mengetahui  sejarah perkembangan ilmu statistika.













BAB II
PEMBAHASAN
A.    Filsafat
Secara etimologis istilah “filsafat” merupakan padanan kata falsafah (bahasa Arab) dan Philosophy  ( bahasa Inggris ), yang berasal dari bahasa Yunani Philosophia. Kata  Philosophia adalah kata majemuk yang terdiri dari dua kata, Philos dan Sophia. Kata Philos berarti cinta (love) atau sahabat dan Sophia berarti kebijaksanaan (wisdom ), kearifan , da pengetahuan. Sehingga secara etimologis, kata filsafat berarti “love of wistom” atau cinta kebijaksanaan, cinta kearifan,, cinta pengetahuan,, atau sahabat kebijaksanaan, dan sahabat pengetahuan.
Definisi Filsafat Menurut Para Ahli
Plato
“Filsafata adalah ilmu pengetahuan yang berusaha meraih kebenaran yang asli dan murni. Selain itu, iya juga mengatakan bahwa filsafat adalah penyelidikan tentang sebab-sebab dan asas- asas yang paling akhir dari segala sesuatu yang ada”.
Aristoteles
“Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang senatiasa berupaya mencari prinsip-prinsip dan penyebab-penyebab dari realitas yang ada ”.
William James
“Filsafat adalah suatu upaya yang luar biasa hebat untuk berpilir yang jelas dan terang”.
Secara umum
Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.

B.     Filsafat Ilmu Pengetahuan
Filsafat mengambil peranan yang sangat penting dalam struktur ilmu, karena dalam filsafat kita bisa menjumpai pandangan-pandangan tentang apa saja, mendiskusikan, menguji kesahihan dan akuntabilitas pemikiran serta gagasan-gagasan yang bisa di pertanggung- jawabkan secara ilmiah dan intelektual. Will Duran dalam bukunya The Story of Philosophy mengibaratkan filsafat seperi pasukan marinir yang merebut pantai untuk pendaratan pasukan infantry, pasukan infantry ini adalah pengetahuan yang diantaranya adalah ilmu, filsafatlah yang memenangkan tempat untuk berpijak bagi kegiatan keilmuan. Semua ilmu baik ilmu alam maupun ilmu social bertolak dari pengembangannya sebagai filsafat. Nama asal bagi fisika sebenarnya adalah filsafat alam (natural philosophy) dan nama asal ekonomi adalah filsafat moral (moral philosophy).
Agus Comte membagi dalam tiga tingkat perkembangan ilmu pengetahuan, yaitu religious, metafisic dan positif. Dalam tahap awal religilah yang dijadikan pospulat ilmiah sehingga ilmu merupakan deduksi atau penjabaran religi, tahap berikutnya orang mulai berspekulasi tentang metafisika dan keberadaan wujud yang menjadi objek penelaahan yang berbasis dari dogma religi dan mengembangkan system pengetahuan atas dasar pospulat metafisik. Tahap terakhir adalah tahap pengetahuan ilmiah (ilmu) dimana asas-asas yang digunakan diuji secara positif dalam proses verifikasi yang objektif.
Filsafat ilmu sendiri adalah bagian dari filsafat pengetahuan atau sering disebut sebagai epistemology. Sederhananya dapat dikatakan bahwa filsafat ilmu adalah dasar yang menjiwai dinamika proses kegiatan memperoleh pengatahuan secara ilmiah.  Ini berarti terdapat pengetahuan yang ilmiah dan tidak ilmiah. Dan yang tergolong ilmiah inilah yang disebut sebagai ilmu pengetahuan . Dalam ilmu pengetahuan ini mempunyai ciri pengaturan procedural tertentu, metologis, teknis dan normative akademis. Dengan demikian kebenaran ilmiahnya dapat teruji dan dipertanggungjawabkan.
Dalam mengembangkan pengetahuan ilmiah tentunya tidak akan terlepas dari alat atau sarana ilmiah. Sarana ilmiah yang dimaksud meliputi beberapa hal yaitu bahasa, matematika, statistika, dan logika. Pengetahuan-pengetahuan ini sangat mendasar bagi manusia dan proses berpikir dalam mengkomunikasikan maupun mendokumentasikan jalan pikiran manusia.

C.       Peran Filsafat Dalam Ilmu Pengetahuan
Tatkala filsafat lahir dan mulai tumbuh, ilmu pengetahuan masih merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ilmu filsafat. Pada masa itu, para pemikir yang terkenal sebagai filsuf adalah juga ilmuan. Para filsuf pada masa itu adalah ahli-ahli matematika, astronomi, ilmu bumi, dan berbagai ilmu pengetahuan yang lainnya. Bagi mereka ilmu itu adalah filsafat dan filsafat itu adalah ilmu pengetahun. Dengan demikian, jelas terlihat bahwa pada mulanya filsfat mencakup keseluruhan ilmu pengetahuan.
Berkat ilmu pengetahuanlah manusia dapat meraih kemajuan yang sangat menakjubkan dalam segala bidang kehidupan. Teknologi canggih yang semakin mencengangkan dan fantastic adalah salah satu produk dari ilmu pengetahaun. Bahkan pada abad-abad terakhir ini dalam peradaban dan kebudayaan barat, ilmu pengetahuan telah berperan sedemikian rupa sehingga telah menjadi tumpuan orang banyak.
Menurut Didi (1997) ilmu pengetahuan (dalam hal ini pengetahuan ilmiah) harus diperoleh dengan cara sadar, melakukan sesuatu tehadap objek, didasarkan pada suatu sistem, prosesnya menggunakan cara yang lazim, mengikuti metode serta melakukannya dengan cara berurutan yang kemudian diakhiri dengan verifikasi atau pemeriksaan tentang kebenaran ilimiahnya (kesahihan). Dengan demikian pendekatan filsafat ilmu mempunyai implikasi pada sistematika pengetahuan sehingga memerlukan prosedur, harus memenuhi aspek metodologi, bersifat teknis dan normatif akademik. Pada kenyataannya filsafat ilmu mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, perkembangannya seiring dengan pemikiran tertinggi yang dicapai manusia. Oleh karena itu filsafat sains modern yang ada sekarang merupakan output perkembangan filsafat ilmu terkini yang telah dihasilkan oleh pemikiran manusia. Filsafat ilmu dalam perkembangannya dipengaruhi oleh pemikiran yang dipakai dalam membangun ilmu pengetahuan

D.    Sejarah Perkembangan Ilmu Statistika
1.      Statistika
Secara etimologis kata “statistik” berasal dari kata status (bahasa latin) yang mempunyai persamaan arti dengan kata state (bahasa Inggris) atau kata staat (bahasa Belanda), dan yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi negara. Pada mulanya, kata “statistik” diartika sebagai “kumpulan bahan keterangan (data), baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data kualitatif), yang mempunyai arti penting dan kegunaan yang besar bagi suatu negara. Namun, pada perkembangan selanjutnya, arti kata statistik hanya dibatasi pada “kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka (data kuantitatif)” saja; bahan keterangan yang tidak berwujud angka (data kualitatif) tidak lagi disebut statistik.
Dalam kamus bahasa Inggris akan kita jumpai kata statistics dan kata statistic. Kedua kata itu mempunyai arti yang berbeda. Kata statistics artinya “ilmu statistik”, sedang kata statistic diartika sebagai “ukuran yang diperoleh atau berasal dari sampel,” yaitu sebagai lawan dari kata “parameter” yang berarti “ukuran yang diperoleh atau berasal dari populasi”.

Dalam kamus ilmiah popular, kata statistic berarti table, grafik, daftar informasi, angka-angka, dan informasi. Sedangkan kata statistika berarti ilmu pengumpulan, analisis dan klasifikasi data, angka sebagai dasar untuk induksi. Statistik  dapat juga diartikan sebagai information science yang telah teruji keunggulannya. Melalui pengertian inilah statistic telah diterima oleh ilmuan dari semua bidang, mulai dari ilmuan yang bekerja pada the very hard sciences seperti astronomi yang objek penelitiannya berada sangat jauh di luar angkasa, dan fisika teoritis yang objek penelitiannya amat dekat namun tidak tampak seperti atom, hingga ilmuan yang menekuni the very soft sciences seperti seni yang bergulat dengan forma-forma.

Statistik ini merupakan sekumpulan metode untuk membuat keputusan dalam bidang keilmuan yang melalui pengujian-pengujian yang berdasarkan kaidah-kaidah statistic. Bagi masyarakat awam yang kurang terbiasa dengan istilah statistika maka istilah statistic biasanya akan berkonotasi dengan deretan angka-angka yang menyulitkan, tidak mengenakan dan bahkan merasa bingung untuk membedakan antara statistika dan matematika. Berkenaan dengan itu statistika ini merupakan diskripsi dalam bentuk angka-angk dari aspek kuantitatif suatu masalah, suatu benda yang menampilkan fakta-fakta dalam bentuk hitungan atau pengukuran.

2.      Sejarah Awal Statistika

Asal Statistika
Sekitar tahun 1675 seorang ahli matematika amatir bernama Chavalier de Mere mengajukan sebuah permasalahan mengenai mengenai judi kepada seorang jenius matematika bernama Prancais Blaise Pascal. Pascal tertarik dengan permasalahan ini, dan kemudian mengadakan korespondensi dengan seorang ahli matematika Prancis lainnya yaitu Pierre de Fermat (1601 – 1665), dan keduanya mengembangkan cikal bakal teori peluang.
Peluang merupakan dasar dari teori statistika, sebagai konsep baru yang tidak dikenal dalam pemikiran Yunani Kuno, Romawi, dan bahkan Erop[a dalam abad pertengahan. Teori mengenai kombinasi bilangan sudah terdapat dalam aljabar yang dikembangkan oleh sarjana Muslim namun bukan dalam lingkup teori peluang.

Asal Teori Peluang
Teori probabilitas kemungkinan berakar pada upaya untuk menganalisis permainan kesempatan oleh Gerolamo Cardano pada abad keenam belas, dan Pierre de Fermat dan Blaise Pascal pada abad ketujuh belas (misalnya “masalah poin”). Christiaan Huygens menerbitkan sebuah buku tentang subjek di 1657.
Awalnya, teori probabilitas terutama dianggap peristiwa diskrit, dan metode terutama kombinatorial. Akhirnya, pertimbangan analitis memaksa penggabungan variabel kontinyu ke dalam teori.
Dalam teori probabilitas modern, pondasi yang diletakkan oleh Andrey Nikolaevich Kolmogorov. Kolmogorov dikombinasikan pengertian ruang sampel, yang diperkenalkan oleh Richard von Mises, dan mengukur teori dan disajikan sistem aksioma nya untuk teori probabilitas pada tahun 1933.
3.      Perkembangan Ilmu Statistik
Beberapa perkembangan ilmu statistik yang saya bagi dalam tiga tahap yaitu tahap I (awal), tahap II (pengembangan), dan tahap III (sekarang) :
TAHAP AWAL
1.   Braham Demoivre (1667-1754) mengembangkan teori galat atau kekeliruan (theory of error).
2.   Tahun 1757, Thomas Simpson menyimpulkan bahwa terdapat suatu distribusi yang berlanjut (continues distribution) dari suatu variabel dalam suatu frekuensi yang banyak.
3.   Pierre Simon de Lacplace (1749-1827) mengembangkan konsep demoire dan Simpson ini lebih lanjut, dan menemukan distribusi normal.
4.   Distribusi lain, yang tidak berupa kurva normal kemudian ditemukan oleh Francis Galton (1822-1911) dan Karl Pearson (1857-1936).
5.   Karl Friedrich Gauss (1777-1855) kemudian mengembangkan teknik kuadrat terkecil (least square) simpangan baku, galat baku untuk rata-rata (the standard error of mean).
TAHAP II
1.   Pearson (1857-1936) melanjutkan konsep-kosnep Galton dan mengembangkan konsep regresi, korelasi, distribusi chi square dan analisis statistika kualitatif.
2.   Charles Spearman (1863-1945) murid dari Galton dan Leipzig mengembangkan konsep one factor model, yang selanjutnya beliau dijuluki sebagai “the father of factor analysis).
3.   Godfrey Thompson (1881-1955), Cyril Burt (1883-1971), Raymond Cattell (1905-1998), dan Karl Holzinger (1892-1954) memberi kontribusi pada perluasan konsep analisis faktor dari Spearman.
4.   Harold Hotelling (1895-1955) memperluas konsep one faktor model dari Spearman menjadi multiple factor model.
5.   Louis Guttman (1916-1987) mengembangkan Skala yang dikenal dengan skala Guttman dan banyak memberikan kontribusi pada analisis faktor.
6.   Ronald Alylmer Fisher (1890-1962) mengembangkan desain eksperimen, disamping analisis varian dan kovarian, distribusi z, t, uji signifikansi dan teori tentang perkiraan (theory of estimation)
7.   Rensis Likert (1932) mengembangkan Skala yang kemudian dikenal dengan skala Likert.
SEKARANG
1.      Andrey Kolmogorov (1903 – 1987) dan Smirnov (1900-1966) yang hasil karyanya sekarang dikenal dengan kolmogorov smirnov test
2.      Neyman, J (1938) yang berkontribusi dengan “Theory Of Sampling Human Populations”.
3.      Hansen, M. H., and Hurwitz, W. N (1950) pada “Theory Of Sampling From Finite Populations”
4.      Cochran, W. G. (1953-1963) dan Taro Yamane (1967) yang mengembangkan Sampling Techniques
5.      Joreskog (1973), Kessling (1973), dan Wiley (1973) membentuk kesatuan model yang dikenal dengngan persamaan struktural. Joreskog sendiri memberikan kontribusi pada metode maximum likehood dan para pakar lainnya yang banyak berkontribusi dalam pengembangan ilmu statistik modern.

0 komentar:

Posting Komentar